Menikmati Ayam Kampung Sebenarnya
BOSAN dengan suasana restoran dan kafe yang biasa Anda kunjungi? Ada sejumlah tempat menarik yang sepertinya layak Anda coba. Waroeng AU (Ayam Ungkep) Nogotirto yang berada di Jalan Jambon 46 Kragilan (Jatimulyo) pantas dipilih. Telp : (0274) 6688373 email: ayamungkep[at]yahoo.com
Mengusung konsep tradisional, Waroeng AU menawarkan menu spesial ayam ungkep dari ayam kampung pilihan. Ayam ungkep ini disajikan dengan cara digoreng dan disajikan panas. Dilengkapi dengan sambal korek. Tak ketinggalan lalapan segar maupun rebusan (daun pepaya dan daun ketela). Untuk nasi disediakan dari beras organik. Semua masakan yang disajikan di warung ini terbebas dari tambahan vetsin.
Anda juga bisa mendapatkan menu lainnya seperti sayur asem, tempe garit dan sejumlah menu tradisional lain. “Kami memang sajikan menu yang memang populer di lidah masyarakat kita. Dan yang spesial adalah ayam ungkep dari ayam kampung pilihan,” terang Ani Rohmani selaku pemilik Waroeng AU.
Ayam ungkep, kata dia, adalah ayam kampung yang proses pengolahannya dengan cara diungkep. Sebuah tradisi memasak yang banyak digunakan oleh simbah-simbah kita jaman dulu dengan bumbu rempah-rempah yang lengkap. Proses pengolahan dengan cara seperti ini menghasilkan daging yang empuk dan bumbu yang meresap ke dalam daging.
Jika selama ini kita biasa menikmati ayam kampung yang cenderung “alot”, di Warung AU ini kita bisa dapati ayam kampung yang empuk dengan rasa yang lebih lezat dan gurih. Terlebih lagi, ayam yang digunakan adalah ayam muda dan dan pemeliharaan diumbar (bukan dikandangkan, Red).
”Sedangkan untuk minuman, kami menyediakan minuman tradisional berupa teh gelas, teh poci, kopi, bajigur, bandrek, wedang uwuh dll,” tambahnya.
Kecuali jenis masakan yang spesial ini, Waroeng AU juga unik. Karena memanfaatkan peralatan makan dan penyajiannya menggunakan gerabah yang didatangkan langsung dari Bayat Klaten. Gerabah ini dilapisi daun pisang. Dan ini akan menjamin akan semakin menambah kenikmatannya.
Untuk menikmati sajian ini Anda cukup membayar Rp. 2.500,- untuk mendapatkan nasi organik, dan Rp. 10.000,- untuk ayam dada/gending-paha yang dilengkapi dengan sambal dan lalapan. Bila ingin menambah sayur asem cukup Rp. 2.000,- saja per mangkok. Dan Rp. 2.000,- untuk 1 porsi tempe garit (isi 4 bh).
Waroeng ini juga menjual Ayam Ungkepan (Ayam Ungkep sebelum digoreng). Dijual dalam bentuk beku, dan dapat disajikan kapanpun Anda inginkan dengan cara digoreng, dipanggang atau dibakar sesuai selera Anda. (bisa bertahan cukup lama bila disimpan dalam freezer).
“Pembelian 1 ekor ayam ungkep / goreng seharga Rp.45.000 sampai 50.000,- dapat diantar sampai tujuan (dalam radius 5 km),” tambahnya.
Letak warung yang dikelilingi sawah dan kebun semakin menambah suasana sejuk dan nyaman. Pemiliknya sengaja mengonsepnya dengan memaksimalkan potensi alam dan menjaga kesehatan. Selain hamparan sawah di sekelilingnya, di kiri kanannya dibuat kolam-kolam kecil, tanaman sayur dan buah-buahan.
Pengunjung akan mendapatkan nuansa yang berbeda di warung ini. Khususnya mereka yang suka berkuliner sambil menikmati suasana alam pedesaan. Apalagi di sekitar warung ditumbuhi banyak tanaman.
“Kami sengaja menyebutnya sebagai warung dan bukan resto karena konsep tempat yang dibuat sangat sederhana,” tambahnya. Tampat ini dibuat dalam suasana warung yang mirip rumah desa dan disediakan cakruk untuk lesehan yang dibaut dalam bentuk panggung. Sengaja memang dibuat dalam nuansa kampung untuk memberikan dan memanjakan pengunjung dalam suasana yang berbeda. Sehingga pengunjung tidak hanya makan, tetapi juga refreshing, menyegarkan jiwa. Sungguh, berada di sini akan membuat Anda lupa waktu. Atau bisa saja ingat, tapi malas untuk beranjak pergi.
Yang terpenting lagi, area parkir yang luas memungkinkan bisa menampung kendaraan roda dua mapun mobil dalam jumlah yang banyak dari para pengunjung. Waroeng AU dibuka mulai pukul 10.00 pagi sampai 22.00. Namun, bagi yang menginginkan nongkrong lebih lama bisa memesan sejumlah minuman hangat, seperti bandrek, bajigur, wedang uwuh, sampai dengan kolak roti khas Blitar.
Sebelum membuka warung ini, Ayam Ungkep Nogotirto sudah melayani konsumen dengan memanfaatkan kediaman Ani Rohmani di Perum Nogotirto Asri No 35 Karangtengah Nogotirto Gamping Sleman. Namun, sifatnya masih melayani order untuk pemesanan.”Dan berdirinya warung ini menjawab keinginan banyak konsumen yang menginginkan bisa menikmati di tempat kami,” lanjutnya.